Situ Ciburuy

Situ Ciburuy

Situ Ciburuy merupakan sebuah danau alami yang lumayan cukup terkenal dikalangan para wisatawan nusantara. Saking terkenalnya, situ ini bahkan sudah diangkat sebagai tema lagu tradisional sunda berjudul sama. Letaknya yang tak jauh dari sebuah kota di Bandung Barat, Padalarang, membuat situ ini banyak digemari oleh para pecandu wisata danau. Situ Ciburuy ini terletak di sisi jalan raya Bandung-Jakarta, sekitar 22 km dari kota Bandung.

Situ Ciburuy yang terletak di Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, merupakan situs peninggalan zaman Prabu Siliwangi yang kemudian dilanjutkan oleh anaknya yaitu Prabu Kian Santang. Pada zaman dahulu tempat ini oleh Prabu Kian Santang digunakan sebagai arena pertarungan dengan jawara-jawara di Pulau Jawa. Awal mula tempat ini dijadikan tempat pertarungan karena pada suatu hari Prabu Kian Santang menemukan sebuah keris dan beliau mendapat amanat untuk menancapkannya pada sebuah batu sehingga dari batu tersebut keluarlah air, lalu beliau disuruh mengikatkan keris tersebut pada sorbannya lalu keris tersebut dihanyutkan hingga keris tersebut berhenti. Di tempat keris berhenti tersebutlah Prabu Kian Santang akan mendapatkan lawannya.

wisata situ ciburuy

Pada suatu saat Prabu Kian Santang sedang mengadakan pertarungan di daerah tersebut tetapi tidak ada satupun lawannya yang dapat mengalahkan Prabu Kian Santang, hingga pada suatu saat datanglah utusan Sayyidina Ali yaitu H. Mustafa untuk melawan Prabu Kian Santang.  Akhirnya Prabu Kian Santang dapat dikalahkan. Setelah Prabu Kian Santang dikalahkan, H. Mustafa memberikan amanat kepada beliau untuk pergi ke Tanah Suci bertemu dengan Sayyidina Ali dan senjata-senjata Prabu Kian Santang ditinggalkan di Ciburuy. Peninggalan sejarah yang terdapat di Situ Ciburuy ini antara lain keris, bende (Ionceng yang terbuat dari perunggu), kujang (senjata Prabu Siliwangi), trisula, tombak, dan tulisan Jawa Kuno yang ditulis Prabu Kian Santang di atas daun nipah dan daun lontar. Masyarakat sekitar segara rutin mengadakan upacara pencucian keris yang dilaksanakan setiap 1 Muharam.

Situ Ciburuy memiliki luas sampai 25 hektar dengan pulau yang begitu rindang di tengah-tengahnya. Pemandangan alamnya begitu menakjubkan. Untuk mencapai ke tengah danau tersebut maka pengunjung bisa menyewa perahu yang beraneka warna dengan biaya Rp 15.000. Situ Ciburuy kini sudah ditata lebih rapi, antara lain dengan memperbaiki jalan masuk ke tepi danau, dan melengkapi dengan kedai-kedai makanan dan minuman, buah-buahan, cenderamata, pentas kesenian, rumah makan dan fasilitas untuk berperahu.

Selain pemandangan alamnya yang sangat indah dan eksotis, untuk masuk ke Situ Ciburuy juga tak memerlukan biaya yang mahal. Setiap pengunjung cukup mengeluarkan Rp 7.500 maka sudah bisa menikmati sajian wisata air situ yang cukup jernih. Untuk memuaskan mengeksplorasi keseluruhan isi danau maka pengunjung bisa menyewa perahu yang sudah siap sedia di pinggiran danau. Untuk perahu tradisional dengan kapasitas lima orang, pengunjung cukup membayar Rp 50 ribu untuk satu kali putaran. Ada juga perahu paket hemat, yakni perahu angsa dan perahu kayuh dengan tarif sewa Rp 20 ribu berkapasitas dua orang untuk satu kali putaran. Situ Ciburuy dapat dijadikan salah satu objek wisata untuk liburan di Bandung.

Share