Amankah Krim Bayi untuk Pemakaian di Wajah? Ini Penjelasannya

Krim Bayi – Iritasi atau masalah pada kulit bayi menjadi suatu masalah yang cukup lumrah pada bayi. Satu hal yang terkadang dilupakan oleh para orang tua adalah bahwasanya beberapa masalah kulit pada bayi seperti ruam atau kemerahan merupakan satu pertanda bahwa kulit bayi sedang melakukan suatu penyesuaian akan kondisi di sekitarnya. Namun, terkadang orang tua buru-buru khawatir dan melakukan berbagai upaya antisipasi yang sebenarnya tidak perlu, seperti misalnya mengaplikasikan berbagai macam krim bayi dengan harapan ruam atau bintik-bintik yang muncul pada kulit bayi segera hilang. Terkait masalah ruam pada muka bayi, berikut Zwitsal akan berbagi sedikit info tentang hal ini.

Sebenarnya, ruam pada muka bayi atau kulit kasar hingga bintik-bintik kecil merupakan hal yang tak perlu dikhawatirkan pada bayi. Dalam kondisi ini orang tua juga jangan buru-buru mengoleskan sembarang krim bayi untuk membuat kulit muka bayi halus kembali, namun hal yang perlu dicermati disini adalah tentukan dulu penyebab ruam atau kulit kasar pada muka bayi tersebut. Apabila dapat dipastikan bahwa ruam atau kemerahan pada muka bayi tersebut adalah kemerahan akibat alergi si bayi terhadap zat alergen tertentu, maka sebaiknya langkah terbaiknya adalah menghentikan penggunaan zat alergen tersebut. Atau kalau misalnya si kecil alergi terhadap suatu produk susu tertentu, maka sebaiknya hentikan konsumsi susu tersebut dan beralih ke produk susu yang aman.

Ada juga yang beranggapan bahwa ruam atau kulit kasar pada muka bayi disebabkan oleh cipratan air susu Ibu tatkala diberikan pada bayi. Cipratan atau kontak langsung ASI dengan kulit muka bayi disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya ruam dan gatal-gatal pada muka bayi. Pada dasarnya, hal tersebut adalah mitos belaka. ASI bahkan sesungguhnya kaya akan kandungan zat IgM, IgA, IgD, dan IgE, dimana zat-zat ini justru menjadi sistem imun alami dalam menangkal terjadinya infeksi. Pemaparan dari perspektif kedokteran pun menguatkan hal ini, yakni ASI telah terbukti klinis memberikan keampuhan yang sama baiknya seperti obat oles bagi kulit bayi. Bahkan para Ibu di daerah Mongolia memiliki kebiasaan untuk menyeka muka bayinya di pagi hari menggunakan ASI-nya. Kalaupun disebut-sebut ASI bersifat ‘keras’ hingga menyebabkan ruam pada muka bayi, itupun kemungkinan besarnya karena ketika kulit berkontak langsung dengan ASI tidak segera dibersihkan, sehingga terjadi kelembaban pada muka atau lipatan leher bayi. Sebab lainnya bisa juga karena sang Ibu sedang mengkonsumsi suatu zat tertentu seperti parasetamol, sehingga mempengaruhi kualitas ASI yang dikeluarkan.

Nah, untuk masalah seperti ini, pemakaian krim bayi untuk wajah bayi sesungguhnya tidak terlalu dianjurkan. Apalagi bila bayi masih berada dalam rentang usia di bawah 2 bulan, dimana kulit bayi masih sangat sensitif pada usia tersebut. Krim bayi yang dijual bebas di pasaran pun yang belum teruji keamanannya juga menjadi alasan tidak disarankannya hal ini. Langkah terbaiknya tentu saja dengan membiarkan saja ruam tersebut hilang dengan sendirinya atau kompreslah dengan air hangat. Atau kalau memang dirasa perlu, konsultasikan hal ini dengan dokter anak atau bidan. Biasanya kalau dirasa perlu, mereka akan memberikan salep atau krim bayi khusus untuk dioleskan.

 

Share